Selasa, 11 Oktober 2011

taqlid 2

MENJAWAB TUDUHAN TUDUHAN DALAM CATATAN: Fenomena Fanatik Madzhab (Larangan Taqlid/fanatik kepada Ulama) PART.2
oleh Sobat Ardiant Sadja pada 18 April 2011 jam 22:50

II. BAGIAN KEDUA TENTANG LEGALITAS BERMADZHAB





A. PENGERTIAN MADZHAB



Mazhab secara bahasa artinya adalah tempat untuk pergi. Berasal dari kata zahaba" yazhabu zihaaban . Mahzab adalah isim makan dan isim zaman dari akar kata tersebut.



Sedangkan secara istilah, mazhab adalah sebuah metodologi ilmiah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah dan Sunnah Nabawiyah. Mazhab yang kita maksudkan di sini adalah mazhab fiqih.



Adapula yang memberikan pengertian mazhab fiqih adalah sebuah metodologi fiqih khusus yang dijalani oleh seorang ahli fiqih mujtahid, yang berbeda dengan ahli fiqih lain, yang menghantarkannya memilih sejumlah hukum dalam kawasan ilmu furu.



B. SISTEM BERMADZHAB



Dikalangan Ahlussunah wal Jama'ah, Bermadzhab adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim yg tidak berstatus sbg Mujtahid Mutlaq. Pada hakekatnya, bermadzhab tdaklah mempertentangkan sistem ijtihad dan sistem Taqlid, akan tetapi malah merangkai keduanya duanya pada proporsi yg serasi.



Masing2 sistem trsebut adlh sistem yg baik yg shrusnya digunakan kaum muslimin untk mndapat ajaran islam yg murni. Hanya sja msing2 harus tepat siapa yg mnggunkannya, sebab tdk semua orang diharuskan mnggunakan sistem ijtihad, & sbaliknya, tdk mungkin orang mnggunakan sistem taqlid jika tdak ada madzhab yg diikutinya yg mrupakan hasil dri penggunaan sistem ijtihad oleh para Mujtahid.



Pendapat seorang tokoh agama mengenai 1 masalah sja, blm bisa dinamakan Madzhab. Sebab belum mencerminkan metode istinbath dan metode ijtihadnya belum membuktikan sikap konsisten [istiqomah/stabilitas methodologis] dari tokoh yg punya pendapat itu dari masalah lain.



Disinilah letak arti pentingnya ketentuan Ahlussunah wal Jama'ah bahwa bermadzhab (mengikuti menggunakan pendapat orang lain) dibatasi kepada pendapat2 yg sudah merupakan rangkaian yg lengkap (Madzhab) dan madzhab itu telah dikondifikasikan (dicatat & dipelihara scara tertib). Tidak boleh bermadzhab kpa tiap orang yg hanya punya pendapat mengenai satu dua masalah secara terpotong potong.



Wal Hasil, yg dsebut bermadzhab adalah: "perbuatan orang yg belum mencapai tingkatan Mujtahid mutlaq untuk mengikuti pendapat2 seorang Mujtahid mutlaq yg merupakan rangkaian yg lengkap yg disebut madzhab."



C. TELA'AH HISTORIS DAN METHODOLOGIS MADZHAB



Menurut Waliyullah ad Dahlawi (w.1176 H) kaum Muslimin pada abad pertama belum secara keseluruhan mengikuti madzhab tertentu, pada waktu itu dalam hal kewajiban2 sehari2 seperti wudhu, shalat, puasa, zakat dll, kaum muslimin belajar pada orang tua dan ulama' setempat secara turun temurun dan jika terjadi persoalan yg perlu penyelesaian hukum, mereka meminta fatwa pada mufti yg mereka temui tanpa memandang madzhabnya. Nah baru setelah abad kedua hijriyah tradisi bermadzhab mulai tersebar luas dan sedikit sekali orang yg tdk mengikuti madzhab tertentu dan bermadzhab inilah yg menjadi kewajiban mereka pada saat itu. (lihat al inshaf fi bayani sabab al ikhtilaf karya Waliyullah Ad Dahlawi)



Para Imam Mujtahid atau imam madzhab adalah orang orang yg melakukan pengkajian & penyeledikan dalam masalah masalah fiqih. Kemudian hasil2 dari pengkajian penyelidikan tersebut oleh para imam madzhab & pengikutnya disusun secara sistematis dan dikondifikasikan dalam kitab2 populer, dan kemudian diberi perhatian dgn cara dijelaskan pendapat yg kuat diantara sekian banyak pendapat yg ada, pendapat yg umum dlm sebagian tempat dijelaskan batasannya, pendapat yg mutlak dlm sebagian tempat dijelaskan batasannya, pendapat2 yg terkesan berbeda dijelaskan jalan rekonsiliasinya, dan diberi penjelasan pula tentang 'illat2 hukumnya. Kemudian diajarkan secara turun temurun hingga zaman kita saat ini dengan jalur sanad yang shahih.



Dari paparan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, konsep2 yg dirumuskan oleh imam madzhab adalah bagian dari kesempurnaan penyajian Syari'at islam dalam bab fiqih. Bisa diibaratkan, para imam madzhab adalah para cooky yg mencari bahan2 makanan, meracik bumbu2, kemudian memasaknya dan menyajikannya kepada kita. Berikut ini adalah keterangan singkat tentang madzhab fiqih yg empat:



1. Mazhab Hanafi



Pendiri mazhab Hanafi ialah: Numan bin Tsabit bin Zautha.Diahirkan pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada tahun 150 H bertepatan dengan lahirnya Imam Syafi R.A. Beliau lebih dikenal dengan sebutan: Abu Hanifah An Numan.

Abu Hanifah adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah. Dalam bidang fiqh beliau belajar kepada Hammad bin Abu Sulaiman pada awal abad kedua hijriah dan banyak belajar pada ulama-ulama Ttabiin, seperti Atha bin Abi Rabah dan Nafi Maula Ibnu Umar.



Mazhab Hanafi adalah sebagai nisbah dari nama imamnya, Abu Hanifah. Jadi mazhab Hanafi adalah nama dari kumpulan-kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta pendapat-pendapat yang berasal dari para pengganti mereka sebagai perincian dan perluasan pemikiran yang telah digariskan oleh mereka yang kesemuanya adalah hasil dari pada cara dan metode ijtihad ulama-ulama Irak (Ahlu Rayi). Maka disebut juga mazhab Ahlur Rat yi masa Tsabit Tabiin.



Dasar-dasar Mazhab Hanafi:

1.Al-Qur'an.

2.As Sunnah.

3.atsar atsar yang Masyhur.

4.Fatwa fatwa para Sahabat.

5.Al-Qiyas.

6.Al-Istihsan.

7.Ijma.

8.Uruf.



Murid-murid Abu Hanifah adalah sebagai berikut:

a. Abu Yusuf bin Ibrahim Al-Anshari (113-183 H).

b. Zufar bin Hujail bin Qais al-Kufi (110-158 H).

c. Muhammad bin Hasn bin Farqad as Syaibani (132-189 H).

d. Hasan bin Ziyad Al-Lulu Al-Kufi Maulana Al-Anshari (w.204 H).



Daerah-daerah Penganut Mazhab Hanafi



Mazhab Hanafi mulai tumbuh di Kufah (Irak), kemudian tersebar ke negara-negara Islam bagian Timur. Dan sekarang ini mazhab Hanafi merupakan mazhab resmi di Mesir, Turki, Syiria dan Libanon.

Dan mazhab ini dianut sebagian besar penduduk Afganistan, Pakistan, Turkistan, Muslimin India dan Tiongkok.



2. Mazhab Maliki



Mazhab Maliki adalah merupakan kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Malik dan para penerusnya di masa sesudah beliau meninggal dunia.



Nama lengkap dari pendiri mazhab ini ialah: Malik bin Anas bin Abu Amir. Lahir pada tahun 93 M = 712 M di Madinah. Selanjutnya dalam kalangan umat Islam beliau lebih dikenal dengan sebutan Imam Malik. Imam Malik terkenal dengan imam dalam bidang hadis Rasulullah SAW.



mam Malik belajar pada ulama-ulama Madinah. Yang menjadi guru pertamanya ialah Abdur Rahman bin Hurmuz. Beliau juga belajar kepada Nafi Maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab Az Zuhri.

Adapun yang menjadi gurunya dalam bidang fiqh ialah Rabiah bin Abdur Rahman. Imam Malik adalah imam (tokoh) negeri Hijaz, bahkan tokohnya semua bidang fiqh dan hadits.



Dasar-dasar Mazhab Maliki

1.Nashshul Kitab.

2.Dzaahirul Kitab (umum)

4.Dalilul Kitab (mafhum mukhalafah)

5.Mafhum muwafaqah

4.Tanbihul Kitab, terhadap illat Nash-nash Sunnah

6.Dzahirus Sunnah

7.Dalilus Sunnah

8.Mafhum Sunnah

9.Tanbihus Sunnah

10.Ijma

11.Qiyas

12.Amalu Ahlil Madinah

13.Qaul Shahabi

14.Istihsan

15.muraaatul Khilaaf

16.Saddud Dzaraa



Sahabat-sahabat Imam Maliki dan Pengembangan Mazhabnya. Di antara ulama-ulama Mesir yang berkunjung ke Madinah dan belajar pada Imam Malik ialah:

1. Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim.

2. Abu Abdillah Abdur Rahman bin Qasim al-Utaqy.

3. Asyhab bin Abdul Aziz al-Qaisi.

4. Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam.

5. Asbagh bin Farj al-Umawi.

6. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam.

7. Muhammad bin Ibrahim bin Ziyad al-Iskandari.



Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Maliki di Afrika dan Andalus ialah:

1. Abu Abdillah Ziyad bin Abdur Rahman al-Qurthubi.

2. Isa bin Dinar al-Andalusi.

3. Yahya bin Yahya bin Katsir Al-Laitsi.

4. Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman As Sulami.

5. Abdul Hasan Ali bin Ziyad At Tunisi.

6. Asad bin Furat.

7. Abdus Salam bin Said At Tanukhi.



Sedang Fuqaha-fuqaha Malikiyah yang terkenal sesudah generasi tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1. Abdul Walid al-Baji

2. Abdul Hasan Al-Lakhami

3. Ibnu Rusyd Al-Kabir

4. Ibnu Rusyd Al-Hafiz

5. Ibnu Arabi

6. Ibnul Qasim bin Jizzi.



Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Maliki.

Awal mulanya tersebar di daerah Madinah, kemudian tersebar sampai saat ini di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, dan Kuwait.



3 Mazhab Syafii.



Mazhab ini dibangun oleh Al-Imam Muhammad bin Idris Asy Syafii seorang keturunan Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdi Manaf. Beliau lahir di Gaza (Palestina) tahun 150 H bersamaan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah yang menjadi Mazhab yang pertama.

Guru Imam Syafii yang pertama ialah Muslim bin Khalid, seorang Mufti di Mekah. Imam Syafii sanggup hafal Al-Qur-an pada usia tujuh tahun. Setelah beliau hafal Al-Qur-an barulah mempelajari bahasa dan syair; kemudian beliau mempelajari hadits dan fiqh.



Mazhab Syafii terdiri dari dua macam; berdasarkan atas masa dan tempat beliau mukim. Yang pertama ialah Qaul Qadim; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu hidupdi Irak. Dan yang kedua ialah Qul Jadid; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu beliau hidup di Mesir pindah dari Irak.



Keistimewaan Imam Syafii dibanding dengan Imam Mujtahidin yaitu bahwa beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Ar Risaalah. Dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya ialah: Al-Um.



Dasar-dasar Mazhab Syafii:



Dasar-dasar atau sumber hukum yang dipakai Imam Syafii dalam mengistinbat hukum sysra adalah:

1. Al-Kitab.

2. Sunnah Mutawatirah.

3. Al-Ijma

4. Khabar Ahad.

5. Al-Qiyas.

6. Al-Istishab.



Ulama-ulama yang terkemudian yang mengikuti dan turut menyebarkan Mazhab Syafii, antara lain :



* Imam Abu al-Hasan al-Asyari

* Imam Bukhari (194-256 H)

* Imam Muslim (206-261 H)

*Imam ibnu khuzaimah (223-311 H)

* Imam Nasai (215-303 H)

* Imam Baihaqi (384-458 H)

* Imam Turmudzi (209-279 H)

* Imam Ibnu Majah (209-273 H)

* Imam Tabari

* Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (793-852 H)

* Imam Abu Daud

(202-275 H)

* Imam Nawawi (676 H)

* Imam as-Suyuti

(911 H)

* Imam Ibnu Katsir (701-774 H)

* Imam adz-Dzahabi (673-748 H)

* Imam al-Hakim (321-405 H)

* Imam Ibnu Hajar al 'Asqolani (852 H)

Dan lain2....



Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Syafii



Mazhab Syafii sampai sekarang dianut oleh umat Islam di : Libia, Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan, Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India, Jazirah Indo China, Sunni-Rusia dan Yaman.



4. Mazhab Hambali.



Pendiri Mazhab Hambali ialah: Al-Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Bagdad pada tahun 164 H. dan wafat tahun 241 H.



Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain: Siria, Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah 40.000 hadis dalam kitab Musnadnya.



Dasar-dasar Mazhabnya.



Adapun dasar-dasar mazhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah:

1. Nash Al-Qur-an atau nash hadits.

2. Fatwa sebagian Sahabat.

3. Pendapat sebagian Sahabat.

4. Hadits Mursal atau Hadits Doif.

5. Qiyas.

Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini di dalam kitabnya Ilaamul Muwaaqiin.

Pengembang-pengembang Mazhabnya



Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut:

1. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani yang terkenal dengan nama Al-Atsram; dia telah mengarang Assunan Fil Fiqhi Alaa Mazhabi Ahamd.

2. Ahmad bin Muhammad bin Hajjaj al-Marwazi yang mengarang kitab As Sunan Bisyawaahidil Hadis.

3. Ishaq bin Ibrahim yang terkenal dengan nama Ibnu Ruhawaih al-Marwazi dan termasuk ashab Ahmad terbesar yang mengarang kitab As Sunan Fil Fiqhi.



Ada beberapa ulama yang mengikuti jejak langkah Imam Ahmad yang menyebarkan mazhab Hambali, di antaranya:

1. Muwaquddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi yang mengarang kitab Al-Mughni.

2. Syamsuddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi pengarang Assyarhul Kabiir.

3. Ahmad Ibnu Taimiyah

4. Ibnul Qaiyim al-Jauzi.

Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qaiyim adalah dua tokoh yang membela dan mengembangkan mazhab Hambali.



Daerah yang Menganut Mazhab Hambali.

Awal perkembangannya, mazhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan Mesir dalam waktu yang sangat lama Dan masa sekarang ini menjadi mazhab dan mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria dan Irak.



PERTANYAAN :



Dari paparan diatas jelas sudah bahwa ibnu taimiyah dan ibnu Qoyyim al jauzi adalah penganut madzhab hambali, tapi kenapa ustadz abu ubaidah as sidawi malah membuat catatan yang isinya menentang madzhab empat dengan mengutip pendapat ibnu taimiyyah dan ibnu qoyyim al jauzi??????. bukankah ini adalah sebuah kekonyolan???? bukankah ini adalah lelucon yg sangat tidak lucu???. silahkan jawab dikomentar.







D. KESELARASAN KESEMPURNAAN PENYAJIAN FIQIH DALAM BALUTAN MADZHAB DENGAN KESEMPURNAAN PENYAJIAN AL QUR'AN DAN HADITS DARI SISI HISTORIS DAN METODOLOGIS





Jika kita cermati, Hal ini sebenarnya sama dengan kesempurnaan penyajian al Qur'an, dimana pada masa Rosulullah saw al Qur'an belum berupa buku yg tersusun rapi seperti yg kita temui sekarang ini, waktu itu al Qur'an baru ditulis di daun2, batu2, tulang2 dll dgn huruf kufi dan belum terkumpul secara rapi.



Kemudian pada masa sahabat, sayyidina Umar bin Khottob mengusulkan kpada Sayyidina Abu Bakar as Siddiq untuk membukukan al Qur'an, akan tetapi beliau menolak dan berkata: "apakah aku akan melakukan sesuatu yg tidak pernah diperbuat Rasulullah saw??". Kemudian sayyidina Umar terus mendesak dan berkata: "Demi Alloh ini adalah perbuatan yg baik". Lalu sayidina Umar memberikan alasan2 yg cukup kuat sehingga Alloh swt membukakan hati Sayidina Abu Bakar untuk menerima usulan tersebut, kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk memeriksa kembali & mengumpulkan mushaf2 yg berkeping2 itu untuk disusun. Penyusunan Al Qur'an ini kemudian disempurnakan pada masa Kholifah Ustman bin affan yg kemudian kita kenal dgn nama mushaf Ustmani seperti yg kita temui sekarang ini. Wal hasil, pembukuan Al Qur'an adalah BID'AH HASANAH pada masa sahabat.



Pada zaman Nabi & sahabat, mushaf al Qur'an tersebut masih ditulis dgn huruf kufi (tanpa titik, tanpa harakat) dan hal ini tdk begitu menyulitkan bagi bangsa arab. Akan tetapi setelah banyak orang luar arab yg masuk islam, kecederaan dalam bacaan al Qur'an mulai muncul. Maka pada thn 64 H imam Abul aswad ad Dauli untuk pertama kalinya memberikan syakal berupa titik dalam mushaf al Qur'an. Ini juga BID'AH HASANAH.



Kemudian pda thn 180 H, karna semakin banyak orang yg salah dalam membaca al Qur'an, Imam Kholil bin Ahmad al Farahidy [guru imam Sibawaih] berijtihad membuat harakat pada huruf2 al Qur'an. Ini juga BID'AH HASANAH.



Kemudian islam semakin luas dan meski sudah dikasih syakal & harakat, tp masih banyak jg orang yg salah dalam membaca al Qur'an, maka Imam Abu Ubaid al Qosim bin Salam untuk pertama kalinya merumuskan ilmu baru yg bernama TAJWID LIQIRO'ATIL QUR'AN. Ini juga BID'AH HASANAH.



Penyajian al Qur'an tersebut semakin sempurna dgn bermunculnya ilmu2 al Qur'an seperti: ilmu tafsir, ilmu nuzul al Qur'an, ilmu asbabun nuzul, ilmu makki wal madani, ilmu nasikh mansukh, ilmu ghoribul Qur'an, ilmu munasabah, ilmu fawatih al suwar, ilmu muhkam wal mutasyabbih, ilmu Qira'at, ilmu Qowaidut tafsir, ilmu i'robul Qur'an dan lain2 yg kesemuanya itu adalah BID'AH HASANAH.



Sekarang saya mau bertanya kepada para anti Bid'ah: "Apakah anda berani menyatakan bahwa orang2 yang terlibat dalam pembukuan al Qur'an serta berjasa besar dalam perumusan ilmu2 al Qur'an diatas adalah ahli Bid'ah dan sesat???". silahkan jawab dikomentar.



Selanjutnya, jika kita cermati lagi, kesempurnaan penyajian Fiqih dalam balutan madzhab 4 tersebut secara Historis dan Methodologis juga sama dgn kesempurnaan penyajian al Hadits, dimana Hadits pada Masa Rosulullah saw & Sahabat belum disajikan dalam bentuk buku2 seperti yg kita temui saat ini.



Pada saat itu, penulisan Hadits adalah larangan karena kekhawatiran akan bercampur baur dgn al Qur'an, berdasarkan sabda nabi saw:



لا تكتبوا عنى غيرالقرآن ومن كتب عنى غيرالقرآن فليمحه



"janganlah kalian tulis apa2 yg kalian dengar dariku selain al Qur'an, dan barang siapa yg telah menulis sesuatu dariku selain al Qur'an, hendaklah dihapuskan". (HR. Muslim).



dalam hadits lain:



وقال أبو سعيد الخدرى جهدنا بالنبى صلى الله عليه وسلم أن يأذن لنا فى الكتاب فأبى



Abu said al khudri brkata: "saya pernah brjuang agar nabi saw memberi izin kpd kami untuk menulis hadits, tapi Nabi saw enggan (memberi izin)." [Al hasan bin abdurrahman al Ramahurmuzi, Al Muhaddits Al Fasil bain Al Rawi wa Al wa'i, juz 4 hal.5]



Kemudian pada masa kholifah Umar bin Abdul aziz yg dinobatkan thn 99 H, beliau berinisiatif untuk membukukan al Hadits karena para perawi sudah banyak yg meninggal, kemudian memerintahkan Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Syihab az Zuhry untuk membukukan hadits dan az Zuhry inilah salah satu Ulama yg pertama kali membukukan Hadits. ini juga BID'AH HASANAH.



Kemudian pembukuan Hadits berlanjut dimasa berikutnya, secara sistem penyusunan & kronologinya, kitab2 tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:



1. Kitab2 Al mushannaf , diantara penyusunnya adalah:

-imam Malik bin Anas (pendiri madzhab maliki dan kitab tersebut adalah al Muwaththa').

-Muhammad ibn ishaq (w.151 H).

-al Rabi' ibn shabih (w.160 H).

-Sa'id ibnu Abi 'Arubah (w.156 H).

-Jamad ibnu Salmah (w.161 H).

-Ma'mar ibn Rasyid (95-153 H).

-abdul Rahman bin Amr al Auza'i (88-157 H) dan sebagainya.



2. Kitab2 al Musnad, diantara penyusunnya adalah:

-Asas ibnu Musa al Amawi (w.212 H).

-Ubaidullah bin Musa al abbasi (w.213 H).

-Musaddad al Bashri (w.224 H).

-Muhammad bin Idris as Syafi'i (pendiri madzhab Syafi'i, menurut al biqa'i, al musnad karya imam Syafi'i bkn susunan beliau sendiri, akan tetapi diambil dari al Umm kemudian dikumpulkan dlm kitab tersendiri oleh al asham).

-Ahmad bin Hanbal (pendiri madzhab Hanbali).

-Ishaq ibn Rahawaih (164-261 H).

-Ustman ibn abi syaibah (156-239 H) dan sebagainya.



3. Kitab2 Shahih dan al Jami', diantara penyusunnya adalah:

-imam Al Bukhori (194-251 H).

-imam Muslim (204-261 H).

-imam Ibnu khuzaimah (w.311 H).

-imam ibnu Hibban (w.254 H) dan sebagainya.



4. Kitab2 Sunan, penyusunnya antara lain adalah:

-imam Abu Dawud (202-275 H).

-imam at Tirmidzi (209-279 H).

-imam an Nasa'i (215-303 H).

-imam ibnu Majah (209-273 H).



5. Kitab2 Mustadrak, diantara penyusunya adalah:

-imam al Hakim al Naisaburi (321-405 H).

-imam ad Daruqutni.

-imam abu Dzar al harawi.



6. Kitab2 Mustakhraj, antara lain:

-mustakhraj al isma'ili ala al bukhori.

-mustakhraj abu awanah ala Muslim.

-mustakhraj abu ali al Tusi ala at Tirmidzi.

-mustakhraj muhammad ibnu malik ibn al iman ala sunan abu Dawud, dan sebagainya.



7. Gerakan penghimpunan, komentar dan Syarh, antara lain:

-al jami' baina al shahihain karya ahmad ibn furat & abi nashr al humaidi al andalusi.

-al imam fi ahadits al ahkam karya ibnu daqiq al 'id (w.702 H).

-jami'us shaghir karya imam Suyuthi (w.911 H).

-bulughul marom karya ibnu hajar al 'asqolani (w.852 H).

-irsyad al sari karya al Qasthalani (851-923 H).

-al kawakib al durri karya al kirmani (w.775 H).

-Riyadhus sholihin & minhaj al muhadditsin karya imam nawawi (w.676 H).

-al mu'lim bi fawaid Muslim karya al mazari (w.536 H).

-al ikmal karya al Qodhi 'iyadh (w.544 H).

-ikmal al ikmal karya al Zawawi (w.744 H) dan sebagainya.



Pembukuan2 hadits diatas adalah BID'AH HASANAH yg merupakan proses kesempurnaan penyajian Hadits dan kita dizaman ini tinggal mengkonsumsinya aja.



Proses penyajian hadits tersebut semakin sempurna dgn bermunculnya ilmu2 Hadits seperti : ilmu musthalah Hadits, ilmu Rijal al Hadits, ilmu al jarh wa al ta'dil, ilmu ghorib al Hadits, ilmu mukhtalif al Hadits, ilmu Nasikh mansukh, ilmu asbabul Wurud, ilmu i'lal al Hadits dan sebagainya. Ini pun juga BID'AH HASANAH.



Sekarang saya mau bertanya pada para anti bid'ah: "apakah anda berani menyatakan bahwa penulis2 Hadits dan orang2 yang berjasa besar dalam perumusan ilmu2 hadits diatas adalah ahli bid'ah dan sesat???" silahkan jawab dikomentar.



KESIMPULAN :



Dari paparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tradisi bermadzhab dgn madzhab2 fiqih yg ada telah berlangsung sejak generasi salaf (abad 1-3 Hijriyah) bahkan sejak para imam Mujtahid yg bersangkutan masih hidup. Tradisi bermadzhab bukanlah dibuat oleh kalangan awam, akan tetapi tradisi bermadzhab dibuat dan disebarluaskan oleh para ulama besar yg telah mencapai derajat Mujtahid dan berguru secara langsung kepada para imam Madzhab. Dan bahkan tradisi bermadzhab juga dilestarikan oleh para ahli tafsir dan ahli Hadits yg karya2 mereka menjadi rujukan kaum Muslimin dizaman ini.



Nah sekarang saya mau bertanya kepada para penentang madzhab 4:



Sudah jelas bahwa para ahli tafsir dan ahli hadits saja mengikuti madzhab 4, tapi mengapa anda malah menentang madzhab 4, padahal anda sendiri juga belajar agama dari karya2 para ahli tafsir dan ahli hadits??? Dan jika anda mengaku tdk blajar agama dari karya2 ahli tafsir dan ahli hadits, darimanakah anda mendapatkan ilmu agama berupa Tafsir dan Hadits??? Silahkan jawab dikomentar.



BERSAMBUNG....!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar