Selasa, 28 Agustus 2012

HIZBUT TAHRIR


Membongkar Ajaran Sesat Hizbuttahrir (Bag. I) oleh AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT pada 29 November 2011 pukul 8:33 · بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله وكفى وسلام على عباده الذين اصطفى وبعد يقول الله تعالى : "بل نقذف بالحق على الباطل فيدمغه " الآية Sebagai pengamalan terhadap ayat ini kami akan menyebutkan penjelasan ringkas dan memadai bagi kaum muslimin tentang suatu kelompok yang telah merubah agama dan menyebarkan kebatilan-kebatilan yang dikenal dengan kelompok Hizbuttahrir, yang didirikan oleh seorang bernama Taqiyuddin an-Nabhani. Ia mengaku ahli ijtihad, ia berbicara tentang agama dengan kebodohan, mendustakan al Qur’an, hadits dan ijma’ baik dalam masalah pokok-pokok agama (Ushuluddin) maupun dalam masalah furu’. Berikut ini adalah sebagian kecil dari kesesatan-kesesatannya yang dibantah oleh orang yang memiliki hati yang jernih. Allah ta'ala berfirman : إنّا كلّ شىء خلقناه بقدر Maknanya : "Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan segala sesuatu dengan Qadar". Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "إنّ الله صانع كل صانع وصنعته" رواه الحاكم والبيهقيّ Maknanya: "Allah pencipta setiap pelaku perbuatan dan perbuatannya" (H.R. al Hakim dan al Bayhaqi) Al Imam Abu Hanifah dalam al Fiqh al Akbar berkata: “Tidak sesuatupun di dunia maupun di akhirat terjadi kecuali dengan kehendak, pengetahuan, penciptaan dan ketentuan-Nya”. Tentang perbuatan hamba, beliau berkata: “Dan dia itu seluruhnya (segala perbuatan manusia) dengan kehendak, pengetahuan, penciptaan dan ketentuan-Nya”. Inilah aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Sedangkan Hizbuttahrir menyalahi aqidah ini. Mereka menjadikan Allah tunduk dan terkalahkan dengan terjadinya sesuatu di luar kehendak-Nya. Hal ini seperti yang dikatakan oleh pimpinan mereka; Taqiyyuddin an-Nabhani dalam bukunya berjudul asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, juz I, bagian pertama, hlm 71-72, sebagai berikut: "Segala perbuatan manusia tidak terkait dengan Qadla Allah, karena perbuatan tersebut ia lakukan atas inisiatif manusia itu sendiri dan dari ikhtiarnya. Maka semua perbuatan yang mengandung unsur kesengajaan dan kehendak manusia tidak masuk dalam qadla'". Dalam buku yang sama ia berkata[1]: "Jadi menggantungkan adanya pahala sebagai balasan bagi kebaikan dan siksaan sebagai balasan dari kesesatan, menunjukkan bahwa kebenaran dan kesesatan adalah perbuatan murni manusia itu sendiri, bukan berasal dari Allah". Pendapat serupa juga ia ungkapkan dalam kitabnya berjudul Nizham al Islam[2]. 2.Ahl al Haqq sepakat bahwa para nabi pasti memiliki sifat jujur, amanah dan kecerdasan yang sangat. Dari sini diketahui bahwa Allah ta'ala tidak akan memilih seseorang untuk predikat ini kecuali orang yang tidak pernah jatuh dalam perbuatan hina (Radzalah), khianat, kebodohan, kebohongan dan kebebalan. Karena itu orang yang pernah terjatuh dalam hal-hal yang tercela tersebut tidak layak untuk menjadi nabi meskipun tidak lagi mengulanginya. Para nabi juga terpelihara dari kekufuran, dosa-dosa besar juga dosa-dosa kecil yang mengandung unsur kehinaan, baik sebelum mereka menjadi nabi maupun sesudahnya. Sedangkan dosa-dosa kecil yang tidak mengandung unsur kehinaan bisa saja seorang nabi. Inilah pendapat kebanyakan para ulama seperti dinyatakan oleh beberapa ulama dan ini yang ditegaskan oleh al Imam Abu al Hasan al Asy’ari --semoga Allah merahmatinya--. Sementara Hizbuttahrir menyalahi kesepakatan ini, mereka membolehkan seorang pencuri, penggali kubur (pencuri kafan mayit), seorang homo seks atau pelaku kehinaan-kehinaan lainnya yang biasa dilakukan oleh manusia untuk menjadi nabi. Inilah di antara kesesatan Hizbuttahrir, seperti yang dikatakan pemimpin mereka, Taqiyyuddin an-Nabhani dalam bukunya asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah[3]: "…hanya saja kemaksuman para nabi dan rasul adalah setelah mereka memiliki predikat kenabian dan kerasulan dengan turunnya wahyu kepada mereka. Adapun sebelum kenabian dan kerasulan boleh jadi mereka berbuat dosa seperti umumnya manusia. Karena keterpeliharaan dari dosa ('Ishmah) berkaitan dengan kenabian dan kerasulan saja". 3.Rasulullah menekankan dalam beberapa haditsnya tentang pentingnya taat kepada seorang khalifah. Dalam salah satu haditsya Rasulullah bersabda: "من كره من أميره شيئا فليصبر عليه فإنه ليس أحد من الناس خرج من السلطان فمات عليه إلا مات ميتة جاهليّة " رواه البخاري ومسلم عن ابن عبّاس Maknanya: "Barang siapa membenci sesuatu dari amirnya hendak lah ia bersabar atasnya, karena tidak seorangpun membangkang terhadap seorang sultan kemudian ia mati dalam keadaan seperti itu kecuali matinya adalah mati Jahiliyyah" (H.R. Muslim) Beliau juga bersabda: "وأن لا ننازع الأمر أهله إلا أن تروا كفرا بواحا" رواه البخاري ومسلم Maknanya: "(kita diperintahkan juga agar) tidak memberontak terhadap para penguasa kecuali jika kalian telah melihatnya melakukan kekufuran yang jelas" (H.R. al Bukhari dan Muslim) Ulama Ahlussunnah juga telah menetapkan bahwa seorang khalifah tidak dapat dilengserkan dengan sebab ia berbuat maksiat, hanya saja ia tidak ditaati dalam kemaksiatan tersebut. Karena fitnah yang akan muncul akibat pelengserannya lebih besar dan berbahaya dari perbuatan maksiat yang dilakukannya. An-Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim, Juz XII, h. 229: "Ahlussunnah sepakat bahwa seorang sultan tidak dilengserkan karena perbuatan fasik yang dilakukan olehnya". Sedangkan Hizbuttahrir menyalahi ketetapan tersebut, mereka menjadikan seorang khalifah sebagai mainan bagaikan bola yang ada di tangan para pemain bola. Di antara pernyataan mereka dalam masalah ini, mereka mengatakan bahwa "Majlis asy-Syura memiliki hak untuk melengserkan seorang khalifah dengan suatu sebab atau tanpa sebab". Statement ini disebarluaskan dalam selebaran yang mereka terbitkan dan dibagi-bagikan di kota Damaskus sekitar lebih dari 20 tahun yang lalu. Selebaran tersebut ditulis oleh sebagian pengikut Taqiyyuddin an-Nabhani. Mereka juga menyatakan dalam buku mereka yang berjudul Dustur Hizbuttahrir, h. 66 dan asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, Juz II bagian ketiga halaman 107-108 tentang hal-hal/perkara yang dapat merubah status seorang khalifah sehingga menjadi bukan khalifah dan seketika itu wajib dilengserkan : "Perbuatan fasiq yang jelas (kefasikannya)" . An-Nabhani berkata dalam bukunya yang berjudul Nizham al Islam, hlm 79, sebagai berikut : "Dan jika seorang khalifah menyalahi syara' atau tidak mampu melaksanakan urusan-urusan negara maka wajib dilengserkan seketika". 4. Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "من خلع يدا من طاعة لقي الله يوم القيامة لا حجة له ومن مات وليس في عنقه بيعة مات ميته جاهليّة" رواه مسلم من حديث عبد الله بن عمر Maknanya: "Barang siapa mencabut baiatnya untuk mentaati khalifah yang ada di hari kiamat ia tidak memiliki alasan yang diterima, dan barang siapa meninggal dalam keadaan demikian maka matinya adalah mati jahiliyah" (H.R. Muslim) Maksud hadits ini bahwa orang yang membangkang terhadap khalifah yang sah dan tetap dalam keadaan seperti ini sampai mati maka matinya adalah mati jahiliyyah, yakni mati seperti matinya para penyembah berhala dari sisi besarnya maksiat tersebut bukan artinya mati dalam keadaan kafir dengan dalil riwayat yang lain dalam Shahih Muslim: "فمات عليه" ; yakni mati dalam keadaan membangkang terhadap seorang khalifah yang sah. Hizbuttahrir telah menyelewengkan hadits ini dan mereka telah mencampakan hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim yang sanadnya lebih kuat dari hadits pertama: فالزموا جماعة المسلمين وإمامهم"، قال حذيفة :"فإن لم تكن لهم جماعة ولا إمام" قال رسول الله : "فاعتزل تلك الفرق كلّها" Maknanya: "Hiduplah kalian menetap di dalam jama'ah umat Islam dan imam (khalifah) mereka". Hudzaifah berkata : "Bagaimana jika mereka tidak memiliki jama'ah dan imam (khalifah) ?", Rasulullah bersabda : "Maka tinggalkanlah semua kelompok yang ada (yakni jangan ikut berperang di satu pihak melawan pihak yang lain seperti perang yang dulu terjadi antara Maroko dan Mauritania) !". Rasulullah tidak mengatakan: "jika demikian halnya, maka kalian mati jahiliyyah". Inilah salah satu kebathilan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya orang yang mati dengan tanpa membaiat seorang khalifah maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah" (lihat buku mereka yang berjudul asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, Juz II bagian III hlm. 13 dan 29). Mereka juga menyebutkan dalam buku mereka yang berjudul al Khilafah h. 4 sebagai berikut: "Maka Nabi shallallahu 'alayhi wasallam mewajibkan atas tiap muslim untuk melakukan baiat dan mensifati orang yang mati tanpa melakukan baiat bahwa ia mati dalam keadaan mati jahiliyah". Mereka juga menyebutkan dalam buku mereka yang berjudul al Khilafah hlm. 9 sebagai berikut : "Jadi semua kaum muslim berdosa besar karena tidak mendirikan khilafah bagi kaum muslimin dan apabila mereka sepakat atas hal ini maka dosa tersebut berlaku bagi masing-masing individu umat Islam di seluruh penjuru dunia". Disebutkan juga pada bagian lain dari buku al Khilafah hlm. 3 dan buku asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, Juz III hlm. 15 sebagai berikut : ”Dan tempo yang diberikan bagi kaum muslimin dalam menegakkan khilafah adalah dua malam, maka tidak halal bagi seseorang tidur dalam dua malam tersebut tanpa melakukan baiat". Mereka juga berkata dalam buku mereka berjudul ad-Daulah al Islamiyyah hlm. 179: “Dan apabila kaum muslimin tidak memiliki khalifah di masa tiga hari, mereka berdosa semua sehingga mereka menegakkan khalifah“. Mereka juga berkata dalam buku yang lain Mudzakkirah Hizbittahrir ila al Muslimin fi Lubnan, h. 4: “Dan kaum muslimin di Lebanon seperti halnya di seluruh negara Islam, semuanya berdosa kepada Allah, apabila mereka tidak mengembalikan Islam kepada kehidupan dan mengangkat seorang khalifah yang dapat mengurus urusan mereka“. Dengan demikian jelaslah kesalahan pernyataan Hizbuttahrir bahwa "orang yang mati di masa ini dan tidak membaiat seorang khalifah maka matinya mati jahiliyyah". Pernyataan Hizbuttahrir ini mencakup orang yang mati sekarang dan sebelum ini sejak terhentinya khilafah sekitar seratus tahun yang lalu. Ini adalah penisbatan bahwa umat sepakat dalam kesesatan dan ini adalah kezhaliman yang sangat besar dan penyelewengan terhadap hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Ibnu Umar tadi. Jadi menurut pernyataan Hizbuttahrir tersebut setiap orang yang mati mulai terhentinya khilafah hingga sekarang maka matinya adalah mati jahiliyyah, berarti mereka telah menjadikan kaum muslimin yang mati sejak waktu tersebut hingga sekarang sebagai mati jahiliyyah seperti matinya para penyembah berhala, ini jelas kedustaan yang sangat keji. Dan dengan demikian jelaslah kesalahan pernyataan Hizbuttahrir "لا شريعة إلا بدولة الخلافة" : "Tidak ada syari'at kecuali jika ada khilafah", juga pernyataan sebagian Hizbuttahrir : "لا إسلام بلا خلافة" ; "Tidak ada Islam jika tidak ada khilafah". Sedangkan Ahlussunnah menyatakan kesimpulan hukum berkaitan dengan masalah khilafah bahwa menegakkan khilafah hukumnya wajib, maka barang siapa tidak melakukannya padahal ia mampu maka ia telah berbuat maksiat kepada Allah. Adapun rakyat sekarang ini jelas tidak mampu untuk mengangkat seorang khalifah sedangkan Allah ta'ala berfirman : )لا يكلّف الله نفسا إلاّ وسعها( Anehnya Hizbuttahrir yang sejak empat puluh tahun lalu selalu menyatakan kepada khalayak akan menegakkan khilafah ini hingga sekarang ternyata mereka tidak mampu menegakkannya, mereka tidak mampu melakukan hal itu sebagaimana yang lain. Adapun pentingnya masalah khilafah itu adalah hal yang diketahui oleh semua dan karya-karya para ulama dalam bidang aqidah dan fiqh penuh dengan penjelasan mengenai hal itu. Tapi yang sangat penting untuk diketahui bahwa khilafah bukanlah termasuk rukun Islam maupun rukun Iman, lalu bagaimana Hizbuttahrir berani mengatakan : "لا إسلام بلا خلافة" atau mengatakan : "لا إسلام بلا خلافة" , ini adalah hal yang tidak benar dan tidak boleh dikatakan. 5. Nabi Shalallahu alayhi wassallam bersabda: "والرجل زناها الخطا" رواه البخاري ومسلم وغيرهما Maknanya: "Zina kaki adalah melangkah (untuk berbuat haram seperti zina)" (H.R. al Bukhari dan Muslim dan lainnya). Al Imam an-Nawawi menuturkan dalam Syarh shahih Muslim bahwa berjalan untuk berzina adalah haram. Sedangkan Hizbuttahrir telah mendustakan Rasulullah Shalallahu alayhi wassallam dan menghalalkan yang haram . Mereka mengatakan "tidaklah haram berjalan dengan tujuan untuk berzina dengan perempuan atau berbuat mesum dengan anak-anak (Liwath), yang tergolong maksiat hanyalah melakukan perbuatan zina dan Liwathnya saja“ . Selebaran tentang hal ini mereka bagi–bagikan di Tripoli-Syam tahun 1969. Dan hingga kini kebanyakan penduduk Tripoli masih menyebutkan hal ini, karena pernyataan tersebut menyebabkan kegoncangan, kerancuan dan bantahan dari penduduk Tripoli. 6. Islam menganjurkan 'iffah (bersih dari segala perbuatan hina dan maksiat) dan kesucian diri, akhlak yang mulia, mengharamkan jabatan tangan antara laki-laki dengan perempuan ajnabi dan menyentuhnya . Nabi bersabda : "واليد زناها البطش" رواه البخاري ومسلم وغيـرهما Maknanya: "Zina tangan adalah menyentuh" (H.R al Bukhari, Muslim dan lainnya). Dan dalam riwayat Ahmad : "واليد زناها اللمس" serta dalam riwayat Ibnu Hibban : "واليد زناؤها اللمس" . Sementara Hizbuttahrir mengajak kepada perbuatan-perbuatan hina, mendustakan Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam dan menghalalkan yang haram, di antaranya perkataan mereka tentang kebolehan ciuman laki-laki terhadap perempuan yang ajnabi ketika saat perpisahan atau datang dari suatu perjalanan. Demikian juga menyentuh, berjalan untuk berbuat maksiat dan semacamnya. Mereka menyebutkan hal itu dalam selebaran mereka dalam bentuk soal jawab, 24 Rabiul Awwal 1390 H, sebagai berikut : S : Bagaimana hukum ciuman dengan syahwat beserta dalilnya? J : Dapat dipahami dari kumpulan jawaban yang lalu bahwa ciuman dengan syahwat adalah perkara yang mubah dan tidak haram....karena itu kita berterusterang kepada masyarakat bahwa mencium dilihat dari segi ciuman saja bukanlah perkara yang haram, karena ciuman tersebut mubah sebab ia masuk dalam keumuman dalil-dalil yang membolehkan perbuatan manusia yang biasa, maka perbuatan berjalan, menyentuh, mencium dengan menghisap, menggerakkan hidung, mencium, mengecup dua bibir dan yang semacamnya tergolong dalam perbuatan yang masuk dalam keumuman dalil.....makanya status hukum gambar (seperti gambar wanita telanjang) yang biasa tidaklah haram tetapi tergolong hal yang mubah tetapi negara kadang melarang beredarnya gambar seperti itu. Ciuman laki-laki kepada perempuan di jalanan baik dengan syahwat maupun tidak negara bisa saja melarangnya di dalam pergaulan umum. Karena negara bisa saja melarang dalam pergaulan dan kehidupan umum beberapa hal yang sebenarnya mubah. .... di antara para lelaki ada yang menyentuh baju perempuan dengan syahwat, sebagian ada yang melihat sandal perempuan dengan syahwat atau mendengar suara perempuan dari radio dengan syahwat lalu nafsunya bergojolak sehingga zakarnya bergerak dengan sebab mendengar suaranya secara langsung atau dari nyanyian atau dari suara–suara iklan atau dengan sampainya surat darinya ......maka perbuatan-perbuatan ini seluruhnya disertai dengan syahwat dan semuanya berkaitan dengan perempuan. Kesemuanya itu boleh, kerena masuk dalam keumuman dalil yang membolehkannya .......". Demikian ajaran yang diikuti oleh Hizbuttahrir, Na'udzu billah min dzalika. Mereka juga menyebutkan dalam selebaran yang lain (Tanya Jawab tertanggal 8 Muharram 1390 H) sebagai berikut : "Barang siapa mencium orang yang tiba dari perjalanan, laki-laki atau perempuan atau berjabatan tangan dengan laki-laki atau perempuan dan dia melakukan itu bukan untuk berzina atau Liwath maka ciuman tersebut tidaklah haram, karenanya baik ciuman maupun jabatan tangan tersebut boleh". Mereka juga mengatakan boleh bagi laki-laki menjabat tangan perempuan ajnabi dengan dalih bahwa Rasulullah –kata mereka- berjabatan tangan dengan perempuan dengan dalil hadits Ummi 'Athiyyah ketika melakukan bai’at yang diriwayatkan al Bukhari, ia berkata : فقبضت امرأة منا يدها Maknanya: "Salah seorang di antara kita (perempuan-perempuan) menggenggam tangannya" . Mereka mengatakan : ini berarti bahwa yang lain tidak menggenggam tangannya. Sementara Ahlul Haqq, Ahlussunnah menyatakan bahwa dalam hadits ini tidak ada penyebutan bahwa perempuan yang lain menjabat tangan Nabi Shalallahu 'alayhi wasallam, jadi yang dikatakan oleh Hizbuttahrir adalah salah paham dan kebohongan terhadap Rasulullah. Jadi hadits ini bukanlah nash yang menjelaskan hukum bersentuhnya kulit dengan kulit, sebaliknya hadits ini menegaskan bahwa para wanita saat membaiat mereka memberi isyarat tanpa ada sentuh-menyentuh di situ sebagaimana diriwayatkan oleh al Bukhari dalam shahih-nya di bab yang sama dengan hadits Ummi 'Athiyyah. Hadits ini bersumber dari 'Aisyah –semoga Allah meridlainya- ia mengatakan : "كان النبـيّ يبايع النساء بالكلام" Maknanya: "Nabi membaiat para wanita dengan berbicara" (H.R. al Bukhari) 'Aisyah juga mengatakan: "لا والله ما مسّت يده يد امرأة قطّ في المبايعة ، ما يبايعهن إلاّ بقوله قد بايعتك على ذلك" Maknanya: "Tidak, demi Allah tidak pernah sekalipun tangan Nabi menyentuh tangan seorang perempuan ketika baiat, beliau tidak membaiat para wanita kecuali hanya dengan mengatakan : aku telah menerima baiat kalian atas hal-hal tersebut" (H.R. al Bukhari) Lalu mereka berkata : "Cara melakukan bai’at adalah dengan berjabatan tangan atau melalui tulisan. Tidak ada bedanya antara kaum laki-laki dengan perempuan; Karena kaum wanita boleh berjabat tangan dengan khalifah ketika baiat sebagaimana orang laki-laki berjabatan tangan dengannya". (baca : buku al Khilafah, hlm. 22-23 dan buku mereka yang berjudul asy-Syakhshiyyah al Islamiyyah, Juz II, bagian 3, hlm. 22-23 dan Juz III, hlm. 107-108). Mereka berkata dalam selebaran lain (tertanggal 21 Jumadil Ula 1400 H / 7 April 1980) dengan judul : "Hukum Islam tentang jabatan tangan laki-laki dengan perempuan yang ajnabi", setelah berbicara panjang lebar dikatakan sebagai berikut : “Apabila kita memperdalam penelitian tentang hadits-hadits yang dipahami oleh sebagian ahli fiqh sebagai hadits yang mengharamkan berjabatan tangan, maka akan kita temukan bahwa hadits-hadits tersebut tidak mengandung unsur pengharaman atau pelarangan". Kemudian mereka mengakhiri tulisan dalam selebaran tersebut dengan mengatakan : "Yang telah dikemukakan tentang kebolehan berjabat tangan (dengan lawan jenis) adalah sama halnya dengan mencium" Pimpinan mereka juga berkata dalam buku berjudul an-Nizham al Ijtima'i fi al Islam, hlm. 57 sebagai berikut : “Sedangkan mengenai berjabat tangan, maka dibolehkan bagi laki-laki berjabatan tangan dengan perempuan dan perempuan berjabatan tangan dengan laki-laki dengan tanpa penghalang di antara keduanya". Dan ini menyalahi kesepakatan para ahli fiqh. Ibnu Hibban meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "إنّي لا أصافح النساء" Maknanya: "Aku tidak akan pernah menjabat tangan para wanita" (H.R. Ibnu Hibban) Ibnu Manzhur dalam Lisan al 'Arab mengatakan: "Baaya'ahu 'alayhi mubaya'ah (membaiatnya): artinya berjanji kepadanya. Dalam hadits dinyatakan: ألا تبايعونـي على الإسلام ; tidakkah kalian berjanji kepadaku untuk berpegang teguh dengan Islam. Jadi baiat adalah perjanjian". Jadi tidaklah disyaratkan untuk disebut baiat secara bahasa maupun istilah syara' bahwa pasti bersentuhan antara kulit dengan kulit, tetap disebut baiat meskipun tanpa ada persentuhan antara kulit dengan kulit. Ketika para sahabat membaiat Nabi pada Bai'at ar-Ridlwan dengan berjabat tangan hanyalah untuk bertujuan ta'kid (menguatkan). Baiat kadang juga dilakukan dengan tulisan. 8. Di antara dalil Ahlussunnah tentang keharaman menyentuh perempuan ajnabiyyah tanpa ha-il (penghalang) adalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam : َ"لأنْ يُطْعَنَ أحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَمَسَّ امْرَأةً لاَ تَحِلُّ لَهُ" (رَوَاهُ الطّبَرَانـي فِي المُعْجَم الكَبِيْرِ مِنْ حَدِيْثِ مِعْقَلٍ بْنِ يَسَارٍ وَحَسّنَهُ الحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ وَنُورُ الدّيْن الهَيْثَمِي وَالمُنْذِري وَغَيْرُهُمْ) Maknanya : “Bila (kepala) salah seorang dari kalian ditusuk dengan potongan besi maka hal itu benar-benar lebih baik baginya daripada memegang perempuan yang tidak halal baginya". (H.R. ath-Thabarani dalam al Mu'jam al Kabir dari hadits Ma'qil bin Yasar dan hadits ini hasan menurut Ibnu Hajar, Nuruddin al Haytsami, al Mundziri dan lainnya) Pengertian al Mass dalam hadits ini adalah menyentuh dengan tangan dan semacamnya sebagaimana dipahami oleh perawi hadits ini, Ma'qil bin Yasar seperti dinukil oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al Mushannaf. Sedangkan Hizbuttahrir menganggap hadits ath-Thabarani tersebut yang mengharamkan berjabatan tangan dengan perempuan ajnabiyyah termasuk khabar Ahad dan tidak bisa dipakai untuk menentukan suatu hukum. Ini adalah bukti kebodohan mereka. Bantahan terhadap mereka adalah pernyataan para ulama ushul fiqh yang menegaskan bahwa hadits ahad adalah hujjah dalam segala masalah keagamaan seperti dinyatakan oleh al Imam al ushuli al mutabahhir Abu Ishaq asy-Syirazi. Beliau menyatakan dalam bukunya at-Tabshirah : “(Masalah) Wajib beramal dengan khabar ahad dalam pandangan syara’ “. Bahkan an-Nawawi dalam syarh shahih Muslim menukil kehujjahan khabar ahad ini dari mayoritas kaum muslimin dari kalangan sahabat, tabi’in dan generasi-generasi setelah mereka dari kalangan ahli hadits, ahli fiqh dan ahli ushul fiqh. Kemudian ia membantah golongan Qadariyyah Mu’tazilah yang tidak mewajibkan beramal dengan khabar ahad. Lalu an-Nawawi mengatakan : “Dan Syara’ telah mewajibkan beramal dengan khabar ahad”. Dengan demikian menjadi jelas bahwa Hizbuttahrir sejalan dengan Mu’tazilah dan menyalahi Ahlussunnah. Yang aneh, Hizbuttahrir telah berpendapat demikian, tetapi dalam karangan-karangan mereka berdalil dengan hadits-hadits ahad yang sebagiannya adalah dla’if. Mereka juga mengutip cerita-cerita dan atsar dari buku-buku yang tidak bisa dijadikan rujukan dalam bidang hadits, tafsir. Bahkan mereka telah berdusta atas Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dalam majalah mereka Al Wa’ie, edisi 98, Tahun IX Muharram 1416 H mereka mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda : الساكت عن الحقّ شيطان أخرس “Orang yang diam dan tidak menjelaskan kebenaran adalah setan yang bisu”. Kita katakan kepada mereka : Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam telah bersabda : إنّ كذبا عليّ ليس ككذب على أحد Maknanya : “Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah seperti berdusta atas siapapun”. Pernyataan di atas adalah perkataan Abu ‘Ali ad-Daqqaq, seorang sufi besar seperti diriwayatkan oleh al Imam al Qusyairi dalam ar-Risalah dan bukan perkataan Rasulullah. Ini juga merupakan bukti akan kebodohan mereka bahkan dalam menukil hadits sekalipun. Maka hendaklah kaum muslimin berhati-hati dan tidak tertipu oleh karangan-karangan mereka. 9 . Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda dalam sebuah Hadits yang mutawatir : ورب حامل فقه إلى من هو أًفقه منه"" Maknanya : “Seringkali terjadi orang yang menyampaikan hadits kepada orang yang lebih memahaminya darinya" Hadits ini menjelaskan bahwa manusia terbagi dalam dua tingkatan : Pertama : orang yang tidak mampu beristinbath (menggali hukum dari teks-teks al Qur'an dan hadits) dan berijtihad dan yang kedua : mereka yang mampu berijtihad. Karenanya kita melihat ummat Islam, ada di antara mereka yang mujtahid (ahli ijtihad) seperti Imam asy-Syafi'i dan yang lain mengikuti (taqlid) salah seorang imam mujtahid. Sedangkan Hizbuttahrir, mereka menyalahi hadits dan membuka pintu fatwa dengan tanpa ilmu dan tidak mengetahui syarat-syarat ijtihad. Pernyataan-pernyataan Hizbuttahrir semacam ini banyak terdapat dalam buku-buku mereka. Mereka mendakwakan bahwa seseorang apabila sudah mampu beristinbath maka ia sudah menjadi Mujtahid, karena itulah ijtihad atau istinbath mungkin saja dilakukan oleh semua orang dan mudah diusahakan dan dicapai oleh siapa saja, apalagi pada masa kini telah tersedia di hadapan semua orang banyak buku tentang bahasa Arab dan buku-buku tentang syari'at Islam. Yang disebutkan ini adalah redaksi pernyataan mereka (lihat kitab at-Tafkir, h. 149). Pernyataan ini membuka pintu untuk berfatwa tanpa didasari oleh ilmu dan ajakan kepada kekacauan dalam urusan agama. Sedangkan yang disebut mujtahid adalah orang yang memenuhi syarat-syarat ijtihad dan diakui oleh para ulama lain bahwa ia telah memenuhi syarat-syarat tersebut. Sementara pimpinan Hizbuttahrir, Taqiyyuddin an-Nabhani tidak pernah diakui oleh seorangpun di antara para ulama yang memiliki kredibilitas bahwa ia telah memenuhi syarat-syarat ijtihad tersebut atau bahkan hanya mendekati sekalipun. Jika demikian mana mungkin Taqiyyuddin menjadi seorang mujtahid ?!. Seseorang baru disebut mujtahid jika ia memiliki perbendaharaan yang cukup tentang ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum, mengetahui teks yang 'Amm dan Khashsh, Muthlaq dan Muqayyad, Mujmal dan Mubayyan, Nasikh dan Mansukh, mengetahui bahwa suatu hadits termasuk yang Mutawatir atau Ahad, Mursal atau Muttashil, 'Adalah para perawi hadits atau jarh, mengetahui pendapat-pendapat para ulama mujtahid dari kalangan sahabat dan generasi-generasi setelahnya sehingga mengetahui ijma' dan yang bukan, mengetahui qiyas yang Jaliyy, Khafiyy, Shahih dan Fasid, mengetahui bahasa Arab yang merupakan bahasa al Qur'an dengan baik, mengetahui prinsip-prinsip aqidah. Juga disyaratkan seseorang untuk dihitung sebagai mujtahid bahwa dia adalah seorang yang adil, cerdas dan hafal ayat-ayat dan hadits-hadits hukum. 10. Para Ulama Islam menjelaskan dalam banyak kitab tentang definisi Dar al Islam dan Dar al Kufr. Mayoritas Ulama mengatakan bahwa daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh kaum muslimin kemudian keadaannya berubah sehingga orang-orang kafir menguasainya, maka negeri tersebut tetap disebut negeri Islam (Dar al Islam ). Adapun menurut Abu Hanifah bahwa daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh kaum muslimin kemudian orang-orang kafir menguasainya, maka negeri itu berubah jadi Dar Kufr dengan tiga syarat. Adapun Hizbuttahrir menyalahi seluruh Ulama, mereka menyebutkan dalam salah satu buku mereka Kitab Hizbuttahrir, hlm. 17 pernyataan sebagai berikut : “Daerah-daerah yang kita tempati sekarang ini adalah Dar Kufr sebab hukum-hukum yang berlaku adalah hukum-hukum kekufuran. Kondisi ini menyerupai kota Mekkah, tempat diutusnya Rasulullah". Pada bagian yang lain kitab Hizbuttahrir, hlm. 32: “Dan di negeri-negeri kaum muslimin sekarang tidak ada satu negeri atau pemerintahan yang mempraktekkan hukum-hukum Islam dalam hal hukum dan urusan-urusan kehidupan, karena itulah semuanya terhitung Dar Kufr meskipun penduduknya adalah kaum muslimin". Lihatlah wahai pembaca, bagaimana berani mereka menyelewengkan ajaran agama ini dan menjadikan semua negara yang dihuni oleh kaum muslimin sebagai Dar Kufr termasuk Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah kaum muslim terbesar di dunia. Referensi [1] Ibid, Juz I, Bag. Pertama, hlm. 74 [2] Kitab bernama Nizham al Islam, hlm. 22 [3] Kitab bernama as-Sakhshiyyah al-Islamiyyah, Juz I, Bag. Pertama, hlm 120

Senin, 27 Agustus 2012

HUKUM MEMELIHARA ANJING


HUKUM MEMELIHARA ANJING اقتناء الكلب : 4 - اتفق الفقهاء على أنه لا يجوز اقتناء الكلب إلا لحاجة : كالصيد والحراسة ، وغيرهما من وجوه الانتفاع التي لم ينه الشارع عنها (4) . وقال المالكية : يكره اتخاذه لغير زرع أو ماشية أو صيد ، وقال بعضهم بجوازه (1) . وقد ورد عن أبي هريرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم ، أنه قال : من اتخذ كلبا إلا كلب ماشية أو صيد أو زرع انتقص من أجره كل يوم قيراط (2) . وعن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من اقتنى كلبا إلا كلب صيد ، أو ماشية ، نقص من أجره كل يوم قيراطان (3) . وأما اقتناؤه لحفظ البيوت فقد قال ابن قدامة : لا يجوز على الأصح للخبر المتقدم ، ويحتمل الإباحة (4) . وقال الشافعية : إذا زالت الحاجة التي يجوز اقتناء الكلب لها فإنه يجب زوال اليد عن الكلب بفراغها ، وقالوا يجوز تربية الجرو الذي يتوقع تعليمه لذلك (5) . __________ (4) ابن عابدين 5 / 134 ، 147 ، 217 ، وجواهر الإكليل 2 / 4 ، 35 ، حاشية القليوبي 2 / 157 ، وفتح الباري 5 / 7 ، والشرح الكبير مع المغني 4 / 14 . (1) كفاية الطالب الرباني 2 / 447 . (2) حديث أبي هريرة : " من اتخذ كلبا إلا كلب ماشية . . . " . أخرجه البخاري ( فتح الباري 5 / 5 ) ومسلم ( 3 / 1203 ) واللفظ لمسلم . (3) حديث ابن عمر : " من اقتنى كلبا إلا كلب صيد . . . " . أخرجه مسلم ( 3 / 1201 ) . (4) الشرح الكبير مع المغني 4 / 14 . (5) حاشية القليوبي 2 / 157 ، ومغني المحتاج 2 / 11 . MEMELIHARA ANJING Para Ulama sepakat bahwa tidak diperbolehkan memelihara anjing kecuali ada keperluan seperti untuk berburu, penjaga dan kepentingan-kepentingan lainnya yang tidak dilarang oleh Syara’. Kalangan Malikiyyah berkata “Makruh memeliharanya selain demi menjaga tanaman, hewan ternak atau untuk berburu, sebagian pendapat dikalangan ini menyatakan kebolehannya”. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh ra sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga binatang ternak, maka pahalanya akan berkurang satu qirath setiap harinya.” (HR. Al-Bukhari –Fath al-Baari V/5 dan Muslim III/1203) Diriwayatkan dari Ibn Umar sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga binatang ternak, maka pahalanya akan berkurang dua qirath setiap harinya.” (HR. Muslim III/1201) Sedang memeliharanya untuk menjaga rumah menurut Ibn Quddaamah (dari madzhab Hanabilah) menurut pendapat yang paling shahih tidak diperbolehkan, dan memungkinkan juga untuk hukum kebolehannya. Kalangan Syafi’iyyah berpendapat “Bila kepentingan yang membolehkannya memelihara anjing telah tertiadakan maka wajib menghilangkan penguasaan atas anjing tersebut, mereka menambahkan boleh mengajari anak anjing dengan tujuan seperti yang diperbolehkan diatas”. Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 35/125 ( قوله لا اقتناء كلب ) أي لا يحل اقتناؤه ( وقوله إلا لصيد أو حفظ مال ) أي فيحل وذلك لما صح أنه صلى الله عليه وسلم قال من اقتنى كلبا إلا كلب ماشية أو ضاربا نقص من أجره كل يوم قيراطان (Keterangan memelihara anjing) artinya tidak dihalalkan memeliharanya kecuali untuk berburu atau menjaga harta benda berdasarkan sabda Nabi SAW “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga binatang ternak, maka pahalanya akan berkurang dua qirath setiap harinya.” (HR. Muslim III/1201) I’aanah at-Tholibiin II/81 الخامسة : كون المبيع معلوما فاذا وجدت هذه الشروط صح البيع . واحتز بالطاهر عن نجس العين وقد ذكره فلا يصح بيع الخمر والميتة والخنزير والكلب والاصنام. كفاية الاخيار ص 234 / ج 1

Rabu, 15 Februari 2012

DEBAT SANTAI ALA FACEBOOK

Hamba Alloh
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56)

تأويل قوله تعالى : { إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56) }
يقول تعالى ذكره: إن الله وملائكته يبرّكون على النبي محمد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم.
كما حدثني علي، قال: ثنا أَبو صالح، قال: ثني معاوية، عن علي، عن ابن عباس، قوله( إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ ) يقول: يباركون على النبي. وقد يحتمل أن يقال: إن معنى ذلك: أن الله يرحم النبي، وتدعو له ملائكته ويستغفرون، وذلك أن الصلاة في كلام العرب من غير الله إنما هو دعاء . وقد بينا ذلك فيما مضى من كتابنا هذا بشواهده، فأغنى ذلك عن إعادته.
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ) يقول تعالى ذكره: يا أيها الذين آمنوا ادعوا لنبي الله محمد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم(وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا) يقول: وحيوه تحية الإسلام .
وبنحو الذي قلنا في ذلك جاءت الآثار عن رسول الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم.
* ذكر من قال ذلك:
حدثنا ابن حميد، قال: ثنا هارون، عن عنبسة، عن عثمان بن موهب، عن موسى بن طلحة، عن أبيه، قال: أتى رجل النبي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم ، فقال: سمعت الله يقول(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ...) الآية، فكيف الصلاة عليك؟ فقال: "قلِ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ، وَبَارك عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمد، كَمَا بَارَكتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنكَ حَمِيد مَجِيدٌ".
sumber.tafsir ath-thobari.

قال البخاري -عند تفسير هذه الآية (3) -: حدثنا سعيد بن يحيى بن سعيد، حدثنا أبي، عن مِسْعَر، عن الحكم، عن ابن أبي ليلى، عن كعب بن عُجْرَة قال: قيل: يا رسول الله، أما السلام عليك فَقد عرفناه، فكيف الصلاة؟ فقال: "قولوا: اللهم، صل على محمد، وعلى آل محمد، [كما صليت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد. اللهم، بارك على محمد وعلى آل محمد] (4) كما باركت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد" (5) .
وقال الإمام أحمد: حدثنا محمد بن جعفر، حدثنا شعبة (6) ، عن الحكم قال: سمعت ابن أبي ليلى قال: لقيني كعب بن عُجْرَةَ فقال: ألا أهدي لك هدية؟ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلنا: يا رسول الله، قد علمنا -أو: عرفنا -كيف السلام (7) ، عليك، فكيف الصلاة؟ قال: "قولوا: اللهم، صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على [آل] (8) إبراهيم إنك حميد مجيد. اللهم، بارك على محمد وعلى آل محمد، كما باركت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد".
وهذا الحديث قد أخرجه الجماعة في كتبهم، من طرق متعددة، عن الحكم -وهو ابن عتبة (9) زاد البخاري: وعبد الله بن عيسى، كلاهما عن عبد الرحمن بن أبي ليلى، فذكره (10) .
وقال ابن أبي حاتم (11) : حدثنا الحسن بن عرفة، حدثنا هُشَيْم بن بُشَير، عن يزيد بن أبي زياد، حدثنا عبد الرحمن بن أبي ليلى، عن كعب بن عُجْرَة قال: لما نزلت: { إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا } . قال: قلنا: يا رسول الله، قد علمنا السلام (12) فكيف الصلاة عليك؟ قال: "قولوا: اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم، إنك حميد مجيد. وبارك على محمد وعلى آل محمد، كما
_sumber.tafsir ibnu katsir..
maaf..untuk saudaraku @bagus budiman..
SukaTidak Suka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Kemarin jam 8:54

*
*
Moz Isai menyukai ini.
*
*
o
Hamba Alloh Saudaraku Bagus Budiman....tidak ada ahli tafsir yang mengartikan SHOLLU 'ALAIHI dengan arti HUBUNGKANLAH DIRIMU .,MEREKA menafsiri berdasarkan hadits-hadits..bukan sekedar utak utik bahasa..maaf..
Kemarin jam 9:00 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh karena itu dokumen saudaraku tentang sholat--sholawat itu wajib di revisi
Kemarin jam 9:02 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Saudaraku... Jika tidak keberatan bisakah saudaraku terjemahkan tulisan2 arab diatas, kata per kata. Sehingga semua member SKI dapat memahaminya.

Syukron.
Kemarin jam 9:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1
o
Hamba Alloh blm ada waktu dan ini hanya untuk njenengan ...jadi kiranya penerjamahan perkata itu belum di perlukan..
Kemarin jam 9:32 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh maaf jika kurang berkenan..hanya berusaha meluruskan
Kemarin jam 9:34 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Kita bahas hadits per hadits, pertama silahkan saudara terjemahkan hadits dr Ibnu Abbas dlm tafsir Ath Thabari diatas.
Kemarin jam 9:35 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh langsung njenengan sanggah saja ..di mana kelemahan hadis itu..monggo
Kemarin jam 9:36 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Bagaimanapun postingan ini telah dibaca oleh member yg mungkin menimbulkan syakk. Maka itu amatlah bijak jika kita bahas ini sampai tuntas, sehingga temen2 semua bisa mengetahui yg sebenarnya.
Kemarin jam 9:37 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman Saya tidak mengatakan hadits itu lemah, saya hanya ingin agar hadits2 itu kita bahas sampe tuntas.
Kemarin jam 9:38 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh pertama..hadists ibnu abbas itu hanya menafsiri yusholluuna..ay yubaarikuuna
Kemarin jam 9:39 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Apa itu yubarikuna?
Kemarin jam 9:41 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Clicker JT hehehe .... wow... ada ahli arabic rupanya.... silahkan deh di translate dan dikupas secara tuntas. Ntar di jadiin GURU BESAR deh disini. xixixi
Kemarin jam 9:45 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman kalau tidak salah, yubaarikuuna itu artinya memberkati ya? bener gak sdr Hamba Alloh? atau kalau tepatnya apa silahkan jelaskan sdrku.
Kemarin jam 9:54 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman dalam hadits Ibnu Abbas diatas, ada dijelaskan bahwa yushalluna 'ala l nabiy itu artinya يباركون على النبي
Kemarin jam 9:59 · Tidak SukaSuka · 1
o
Bagus Budiman bagaimana konkretnya yubaarikuuna itu?
Kemarin jam 10:00 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman ‎7:96,

وَلَو أَنَّ أَهلَ القُرىٰ ءامَنوا وَاتَّقَوا لَفَتَحنا عَلَيهِم بَرَكٰتٍ مِنَ السَّماءِ وَالأَرضِ وَلٰكِن كَذَّبوا فَأَخَذنٰهُم بِما كانوا يَكسِبونَ

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Konkretnya, Allah akan melimpahkan berkah kepada manusia jika manusia itu mau beriman dan bertaqwa kepada Allah. Tentunya untuk beriman dan bertaqwa itu perlu petunjuk dan sistem yang jelas (harus ada hudan lil muttaqiin). Dari sini saja dapat kita pahami bahwa wujud konkret Allah 'yubaarikuuna ala l nabiy' itu adalah dengan 'menurunkan hudan dan al dien al haq'

Pemahaman ini akan semakin mantap jika kita lanjutkan penjelasan Ibnu Abbas diatas yang menafsirkan 'yushalluuna' juga berarti 'yarhamu l nabiy' atau merahmati nabiy (إن معنى ذلك: أن الله يرحم النبي ).

Bagaimana konkretnya 'yarhamu l nabiy' itu?
Kemarin jam 10:06 · Tidak SukaSuka · 2
o
Bagus Budiman ‎33:43,

هُوَ الَّذى يُصَلّى عَلَيكُم وَمَلٰئِكَتُهُ لِيُخرِجَكُم مِنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النّورِ ۚ وَكانَ بِالمُؤمِنينَ رَحيمًا

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Ayat ini juga terdapat kata "yushalli" yang diterjemahkan "memberi rahmat". Allah "memberi rahmat" kepada mu UNTUK . . .

لِيُخرِجَكُم مِنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النّورِ

Untuk mengeluarkanmu dari zhulumat kepada al nuur. Apa lagi jika bukan 'HUDAN dan AL DIEN AL HAQ' yang bisa mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya?
Kemarin jam 10:10 · Tidak SukaSuka · 2
o
Bagus Budiman Selanjutnya, Ibnu Abbas menafsirkan yushalluun yang dilakukan Malaikat kepada Nabi adalah:

وتدعو له ملائكته ويستغفرون، وذلك أن الصلاة في كلام العرب من غير الله إنما هو دعاء

Mendo'akan dan Memohonkan Ampunan.

Untuk yang ini saya pikir semua sudah paham bahwa malaikat senantiasa mendukung setiap gerak langkah nabi dalam memperjuangkn "hudan dan dien al haq" itu. maka dari itu malaikat senantiasa memohon kepada Allah agar memberi kemudahan kepada nabi dalam perjuangannya. dan memohonkan ampunan jika dalam perjuangan itu ada kekurangan.
Kemarin jam 10:18 · Tidak SukaSuka · 2
o
Bagus Budiman bagi temen2 yang mungkin belum membaca dokumen yang dimaksud silahkan baca disini:

http://www.facebook.com/groups/265538080123749/doc/319885868022303/
Kemarin jam 10:21 · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman Silahkan saudaraku Hamba Alloh, untuk mempertanggung jawabkan penjelaan dari tulisan2 arab itu, diatas saya sudah mencoba menjelaskan dengan mencari penjelasannya diayat2 lainnya. Saya yakin banyak diantara member kita yang belum memahami bhs arab (termasuk saya), maka alangkah baiknya jika saudaraku yang membuat postingan ini menjelaskannya lebih lanjut.

silahkan.
Kemarin jam 10:26 · Tidak SukaSuka · 2
o
Hamba Alloh وتدعو له ملائكته ويستغفرون، وذلك أن الصلاة في كلام العرب من غير الله إنما هو دعاء

Mendo'akan dan Memohonkan Ampunan.
.ini bukan kelanjutan penafsiran hadis dari ibnu abbas.itu paparan dari ath-thobary. di mulai dari وقد يحتمل
Kemarin jam 10:32 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman ya, silahkan dilanjut.
Kemarin jam 10:33 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ) يقول تعالى ذكره: يا أيها الذين آمنوا ادعوا لنبي الله محمد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم(وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا) يقول: وحيوه تحية الإسلام .
وبنحو الذي قلنا في ذلك جاءت الآثار عن رسول الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم.
ath-thobari mulai memaparkan lagi bahwa penafsiran shollu 'alannabiy adalah: wahai orang2 yg beriman berdoalah untuk nabiyillaah MUHAMMAD SAW dan hormatilah dia dgn penghormatan islam..selanjutnya ath-thobary memaparkan rujukannya yaitu aatsar/hadits dari Rosuulullooh SAW.....
Kemarin jam 10:41 · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman mendoakan apa? dan menghormati apanya?
Kemarin jam 10:42 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh حدثنا ابن حميد، قال: ثنا هارون، عن عنبسة، عن عثمان بن موهب، عن موسى بن طلحة، عن أبيه، قال: أتى رجل النبي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم ، فقال: سمعت الله يقول(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ...) الآية، فكيف الصلاة عليك؟ فقال: "قلِ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ، وَبَارك عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمد، كَمَا بَارَكتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنكَ حَمِيد مَجِيدٌ". artinya :ibnu hamid tlah bercerita kpada kami:ia berkata:harun bercerita kpda kami,dai 'anbsah dari 'utsman bin mauhib,dari musa bin tholhah dari tholhah: telah datang seorang lelaki kepada nabi SAW dan ia berkata:Aku telah mendengar Alloh berfiman: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ...) الآية،...lalu bagaimanakah cara bersholawat kepadamu? Rosululloh bersabda: ucapkanlah...Allohumma sholli 'alaa Muhammadinwa 'alaa aali Muhammadin.....dst..
Kemarin jam 10:50 · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman Terima kasih, jadi kesimpulan tafsiran diatas hanya menjelaskan maksud ayat secara ritual saja. yaitu ucapan "Allahumma Shalli . . . dst"

Terima kasih telah berbagi, selanjutnya silahka apa yang dipermasalahkan dengan dokumen tersebut.
Kemarin jam 10:58 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh حدثني جعفر بن محمد الكوفي، قال: ثنا يعلى بن الأجلح، عن الحكم بن عتيبة، عن عبد الرحمن بن أبي ليلى، عن كعب بن عجرة، قال: لما نزلت( إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ) قمت إليه، فقلت: السلام عليك قد عرفناه، فكيف الصلاة عليك يا رسول الله؟ قال: "قل اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وآل إبراهيم، إنك حميد مجيد، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم، إنك حميد مجيد".
Kemarin jam 10:59 · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman kalimat ini maksudnya apa saudaraku...?

قال: ثنا يعلى بن الأجلح
Kemarin jam 11:00 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh itu singkatan dari haddatsanaa ya'laa
Kemarin jam 11:04 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا



Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya MENGHUBUNGKAN DIRINYA kepada Nabi (dengan menurunkan Dien Al-Haq untuk ditegakkan), Wahai orang-orang yang beriman, HUBUNGKANLAH DIRIMU kepadanya (Nabi, untuk bersama2 menolongnya dalam penegakkan Dien itu), dan tunduk patuh berserah dirilah kamu kepadanya dengan penyerahan diri yang sebenar-benarnya.

copasan dari dokumen
Kemarin jam 11:05 · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman Aktualisasinya seharusnya begitu, bukan sekadar ritual gombal, pejelasan lengkapnya baca dokumen.
Kemarin jam 11:06 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Dalam tafsiran tersebut (ath thabari dan ibnu katsir) HANYA menjelaskan secara RITUAL saja, mengapa? karena pada saat itu Dien Al Islam telah tegak maka fokus pendidikannya adalah bagaimana meningkatkan ibadah (ritual) ummat. Beda dengan kondisi hari ini yang belum tegak, maka seharusnya fokus kepada penegakkan dien itu sendiri.

maka ayat itu saya terjemahkan APA ADANYA (secara tekstual) dan memberikan penjelasannya di dalam kurung.
Kemarin jam 11:10 · SukaTidak Suka · 2
o
Hamba Alloh sekali lagi tidak ada ahli tafsir yang mengartikan ayat ini seperti njenengan dalam ayat ini....masalah aktualitas itu dari ayat2 lain sangat banyak dan bukan dengan ayat ini..mengiblat kpd ahli2 tafsir..
Kemarin jam 11:12 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Adakah keharusannya, bukankah seharusnya Al Quran itu menjelaskan dirinya sendiri.
Kemarin jam 11:13 · SukaTidak Suka · 1
o
Bagus Budiman bayangkan sebuah lilin, tentunya cahaya lilin menerangi ke berbagai penjuru. nah penjuru mana yang mau kita jelaskan dari sebuah ayat itulah yang kita fokuskan. fokus ath thabari dan ibnu katsir adalah pada penjuru yang hendak diterangi oleh cahaya lilin tersebut. tidak masalah jika kita mengambil penjuru lain yang hendak diterangi dengan melihat penjuru mana yang masih gelap.
Kemarin jam 11:14 · SukaTidak Suka · 1
o
Hamba Alloh
itulah masalahnya...dan di situlah perbedaannya.....mereke betul2 hati2...mereka menafsiri al quran tidak hanya dengan ayat2 yang lain...tapi di tafsiri dengan ayat2 dan hadits dari nabi dan aqwal shohabat...karena naabi dan para shohabatla...h yang paling mengerti kemana arah dan tujuan ayat2 alqur an...mereka sangat mampu dengan bahasa arab sedalam dalamnya,namun mereka juga tidak mau menafsiri alquran dengan idenya sendiri2 tapi mereka merujuk pada penafsiran nabi dan shohabat..mengartikan alquran dengan arti yang tidak di tuju oleh Alloh bagi mereka lebih berbahaya dari kursi api.... bukankah kita harus memahami islam dengan cara nabi,shohabat dan salafush sholih?kenapa harus demikian?karena merekalah orang yang paling mengerti tentang tujuan agama ini...maaf..mau rehat..Lihat Selengkapnya
Kemarin jam 12:05 · SukaTidak Suka · 1
o
Hamba Alloh kalo boleh tau...darimana njenengan mengcopas arti terjemah ayat itu??
Kemarin jam 12:06 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh Bagus Budiman Adakah keharusannya, bukankah seharusnya Al Quran itu menjelaskan dirinya sendiri.
53 menit yang lalu · SukaTidak Suka · 1 .................................................................maaf...ini juga harus di luruskan
Kemarin jam 12:08 · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Hooaaaahmmm, ngantuk.
Kemarin jam 12:14 melalui seluler · Tidak SukaSuka · 1
o
Clicker JT
‎.mereka menafsiri al quran tidak hanya dengan ayat2 yang lain...tapi di tafsiri dengan ayat2 dan hadits dari nabi dan aqwal shohabat...karena naabi dan para shohabatlah yang paling mengerti kemana arah dan tujuan ayat2 alqur an...mereka sa...ngat mampu dengan bahasa arab sedalam dalamnya,namun mereka juga tidak mau menafsiri alquran dengan idenya sendiri2 tapi mereka merujuk pada penafsiran nabi dan shohabat..mengartikan alquran dengan arti yang tidak di tuju oleh Alloh bagi mereka lebih berbahaya dari kursi api.... bukankah kita harus memahami islam dengan cara nabi,shohabat dan salafush sholih?kenapa harus demikian?karena merekalah orang yang paling mengerti tentang tujuan agama ini...maaf..mau rehat..

===

udah tau tuh.Lihat Selengkapnya
Kemarin jam 12:26 · SukaTidak Suka
o
Preman Nusantara hmm

*dialog yang sangat bermanfaat seandainya tak tercampur...eh, di campuri ...*

xixixi
Kemarin jam 12:38 · SukaTidak Suka
o
Bayu Nusantara menarik
Kemarin jam 12:53 · SukaTidak Suka
o
Putra Balqiz kalau es campur siang siang gini enak
Kemarin jam 13:01 · SukaTidak Suka
o
Putra Balqiz tapi kalau akidah di campuri akan gosonk
Kemarin jam 13:01 · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria ‎Hamba Alloh dan Bagus Budiman sebenarnya perbedaan yg anda sekalian perdebatkat adalah terletek pada arti kata do'a ....jadi yg harus kita pahami dulu apa arti dari doa....dlm pemahaman sekarang arti doa adalah meminta ato memohon....mari kita terap dlm ayat diatas
Kemarin jam 15:43 · SukaTidak Suka · 1
o
Rara HruzzCheria innallaha wamalaikatahu yusholuuna alannabi sholu alaih wa salim mutaslima....artinya allah bersama malaikat meminta kepada muhamad dan demikian orang2 muslim juga memintakan untuk muhammad.....
Kemarin jam 15:46 · SukaTidak Suka · 1
o
Rara HruzzCheria kata....wa ....dlm ayat itu bukan berarti dan ato beserta
Kemarin jam 15:47 · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria sedangkan arti kata do'a...yg benar adalah doa=senandung harap...jadi berdoa = bersenandung harap...mari kita terap dlm ayatnya
Kemarin jam 15:50 · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria doa= senandung harap...jadi ayat itu artinya sekarang adalah....sesungguhnya allah melalui malaikat menyenandungkan harapan kepada nabi agar menjadi senandung harap nabi dan juga menjadi senandung harap kaum muslim.....
Kemarin jam 15:53 · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria apakah isi senandung harap allah....bisa dipahami bahwa allah dgn penurunan al qur'an(melalui malaikat) erharap qur'an itu menjadi pola hidup nabi dan menjadi pola hidup juga kaum muslim yang mencontoh pola hidup nabi....
Kemarin jam 15:56 · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria jadi ayat itu adalah membahas tentang proses dan harapan akan penurunan al qur'an...monggo di koreksi
Kemarin jam 15:57 · SukaTidak Suka
o
Putra Balqiz iya Rara HruzzCheria @ betul.
Kemarin jam 16:02 · SukaTidak Suka · 1
o
Putra Balqiz cuma yang di korek si diri kita
Alquran di jadikan sebagai sumberkehidupan gak dan mencontoh polo kehidupan Nabi muhamad dan Rosul kita gak .
Kemarin jam 16:07 · SukaTidak Suka · 1
o
Rara HruzzCheria setuju....dan ayat itu biasanya dijadikan dasar pembacaan sholawat....padahal jauh panggang dari api alias tidak nyambung
Kemarin jam 16:09 · SukaTidak Suka · 1
o
Putra Balqiz
salawat itu wajib bagi orang yang beriman cuma kontek Shalat di islam bukan hanya berdiam diri berdoa akan tetapi harus mencontoh nya gimana pola perjuangan Rosul dulu ... apakah rosul dulu berdiam terus di tempat yang suci ( Mesjid ) . ata...u kah pergi ketiap tiap halam orang orang yang bercocok tanam . dalam rangka Dakwa h.
Berdoa kepada Allah tanpa usaha amal perbuatan gak bakalan sampai ketempat anada cita cita kan .,Lihat Selengkapnya
Kemarin jam 16:22 · SukaTidak Suka · 1
o
Putra Balqiz Rosul di juluki Qu'ran berjalan : bukan berarti Alquran berjalan jalan akan tetapi Rosul Dakwah berlandasan AL-Quran , akan tetapai jaman sekarang takut akan memahami Isi Alquran tersebut Dalih nya takut sesat .... bilang takut Sesat kaya yang tau aja gimana orang orang yang sesat .
Kemarin jam 16:25 · SukaTidak Suka · 1
o
Rara HruzzCheria mereka juga mengatakan...bi izniillah...ini dari allah ...tapi sebenarnya adala hasil dari subyektifisme
Kemarin jam 16:30 · SukaTidak Suka
o
Putra Balqiz iya benar mereka mereka akan terombang ambing karna petunjuk nya juga gak di pake akan tetapi mereka memilih suara terbanyak dan hendak menipu orang 2 yang beriman dan bertakwa padahal mereka kalu di sadari mereka menipu diri sendiri.
Kemarin jam 16:35 · SukaTidak Suka · 1
o
Darmo Subekti Kesimpulannya gmana nie,. Uhuk,.uhuk.
Kemarin jam 16:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria kesimpulannya ada di atas pak ...bs dibaca ulang
Kemarin jam 16:42 · SukaTidak Suka
o
Rara HruzzCheria off dulu ya mau mandi xixixixi
Kemarin jam 16:43 · SukaTidak Suka
o
Putra Balqiz pantesan bau... sana
Kemarin jam 16:43 · SukaTidak Suka
o
Tarix Jabrix asyik buat modal.
terusinlah
Kemarin jam 16:52 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Kesimpulannya,

Iqra kondisi kita hari ini, sisi mana yg terlihat masih gelap. Fokuslah untuk menerangi ke arah itu. Kalau sisi yg sudah terang jagalah biar tetap terang.

1 ayat bisa menerangi kesemua penjuru, jangan dibatasi!
Kemarin jam 16:56 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Tarix Jabrix siap.
Kemarin jam 17:00 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Bodas Hideung baca dengan isme Rabb-mu
Kemarin jam 21:33 · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh assalaamu'alaikum semuanya.....assalaamu'alaikum saudaraku Bagus Budiman
3 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1
o
Hamba Alloh maaf...dari kemarin baru kali ini buka fb..saged di lanjut kang?
3 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1
o
Hamba Alloh
حدثني جعفر بن محمد الكوفي، قال: ثنا يعلى بن الأجلح، عن الحكم بن عتيبة، عن عبد الرحمن بن أبي ليلى، عن كعب بن عجرة، قال: لما نزلت( إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّ...مُوا تَسْلِيمًا ) قمت إليه، فقلت: السلام عليك قد عرفناه، فكيف الصلاة عليك يا رسول الله؟ قال: "قل اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وآل إبراهيم، إنك حميد مجيد، وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم، إنك حميد مجيد".....apa komentar njenengan dengan tentang hadis ini..yang menyatakan: saat ayat innallooha wa malaaikatahu .....dst turun,aku ( ka'ab bin 'ujroh ) menemui nabi dan aku bertanya: salam kepadamu (caranya ) tlah kami ketahui..lalu bagaimana (cara)sholat (bersholawat)kepedamu wahai Rosulallooh...Beliau (nabi )menjawab:ucapkan Allohumma sholli....dst..Lihat Selengkapnya
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh Rosululloh tahu apa kebutuhan ummatnya dhohir batin...namun kenapa justru beliau menjawab begitu.??........
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman
Mereka para Shahabat yang bertanya seperti itu SUDAH berjuang bersama2 Rasulullah dalam menegakkan Dien Al Islam yang merupakan aktualisasi dari Shalawat (Shalat). Bagaimana dengan kondisi hari ini ummat Islam? Bahkan sekarang masa bodoh de...ngan penegakkan Dien Al Islam.

Jadi, anda ini seperti orang yang mendengarkan pembicaraan dari luar rumah lantas mengambil kesimpulan. Cobalah masuk rumah itu jangan hanya nguping dari luar saja.Lihat Selengkapnya
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1
o
Hamba Alloh klo Rosululloh dawuh seperti itu,maka itulah sebenar2nya maksud ayat itu..kalo ada arti lain seperti menurut njenegan maka itu sbatas dzon,hanya menurut penelitian akal njenegan..memang berfikir tidak di larang,namun jika rosul sudah mengurai seperti itu apakah patut kita mengurainya dengan yang lain..dalam memahami alquran kita jangan dulu berandai andai,apalagi sudah ada penjelasan dari nabi...bukankah begitu?
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Lihat "global pattern" nya dong, jejak langkah Rasul sejak tahun 0 kenabian sampai beliau wafat. Kalau kita hanya melihat dokumentasi tekstual, ketahuilah dokumentasi tekstual itu TELAH DISORTIIR oleh penguasa dzalim.
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh apakah ini tanda bahwa anda ENGGAN MENAFSIRI ALQUR AN DENGAN HADITS??
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Menafsirkan Al Quran dengan Sunnah.
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman
Jangan salah paham,

Al Sunnah Rasulullah itu tidak sama dengan apa yang kita temui dalam banyak hadits2 beliau. Kebanyakan hadits hanya memberitakan keseharian Rasulullah, dan itu bukan Sunnah.

Sunnah Rasul adalah visi dan misi beliau dal...am perjuangan penegakkan Dien Al Islam. Dan inilah yang harus kita ikuti. Sekarang banyak mereka yang salah persepsi dan beranggapan bahwa yang perlu diikuti adalah keseharian Rasul seperti cara berpakaian, cara makan, cara tidur, cara berjalan, penampilan dan lain sebagainya yang sebenernya tidak ada urgensinya dengan Sunnah.

Sebagai Analogi,

Ketika seseorang nge-fans sama grup musik Bon Jovi, maka seorang yang bermental "alay" selalu meniru apa saja keseharian Bon Jovi, entah itu gaya rambut, tattoo, gaya berpakaian dan sebagainya. Namun seorang yang bermental "pecinta" adalah berusaha mengikuti visi misinya dalam bermusik, seperti bagaimana mempelajari skill bergitarnya sehingga mampu bermain gitar dan meneruskan ruh dari musik yang diproduksinya.Lihat Selengkapnya
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Bagus Budiman Kesimpulan,

Ucapan "Allahumma Shalli . . . dst" itu adalah RITUAL shalawat kepada Nabi. AKTUALISASInya adalah "Perjuangan Penegakkan Dien Al Islam.

Mohon maaf saya akhiri diskusi ini, saya merasakan anda dan saya TIDAK NYAMBUNG.

Assa;amu Alayka ya akhy.
2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh apa ini juga tanda bahwa njenengan kurang bisa menerima keberadaan kitab kitab hadits ??katakan ya atau tidak saja
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh baiklah terima kasih atas waktunya..jazaakumulloh ahsanal jaza...wa 'alaikumussalaam wr wb.
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh semoga saja tahun 2020 m nanti ,hadits nabi masih menjadi dasar paten agama yang ke 2 setelah alqur an.amin
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
RM Londo Mangkoesoekarno Mbok ya gentle dijawab saja toh pak Bagus Budiman!?
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka
o
Hamba Alloh terima kasih juga pada teman2 yang mau mampir di sini....semoga SKI membawa berkah dan manfaat dunia akhirat.assalaaamu'alaikum wr wb semuanya...rehat.
sekitar sejam yang lalu · SukaTidak Suka · 1
o
RM Londo Mangkoesoekarno Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuh.
sekitar sejam yang lalu · Suka

Senin, 16 Januari 2012

PEMUDA TEKUN....

Hamba Alloh
شاب سخي حسن الخلق احب الى الله من شيخ بخيل عابد سيئ الخلق. (رواه الحاكم والديلمي عن ابن عباس)

Artinya: Seorang pemuda yang dermawan dan berakhlaq baik lebih di cintai Alloh daripada Orang tua yang pelit dan tekun beribadah serta buruk akhlaqnya.
(HR.AL Hakim dan Ad dailami dari Shohabat ibnu 'Abbas RA.)

Sumber:Hadist nabawi jawen hal.73.cetakan Thoha Putra semarang.penyusun: Ahmad fauzan bin Muhammad, Rembang

AYAH....IBU......

..............................
bismillahirrohmaanirrohiim..
Ya Alloh..
bagaimana caraku mengungkapkan...
bagaimana aku akan menuliskan..
... semuanya terjadi seakan tanpa terasa..
canda,tawa,duka,airmata,rengekan...
semua bercampur jadi satu dan masih segar dalam ingatan..
seakan baru kemarin serta sangat sulit untuk di lupakan...

sepasang kekasih itu tertatih tatih dengan keringat bercucuran..
berjuang keras tanpa pamrih tak berharap pujian..
keduanya rela lapar demi agar perutku kenyang..
keduanya rela berpanas panas demi agar aku bisa beli tas sekolah yang ku impikan..
keduanya rela kehujanan demi agar aku punya uang jajan..
sepatu baru,buku baru,juga agar dapat melunasi semua iuran..

mata mereka berkaca saat aku sudah terima ijazah....
dalam hati mereka bersyukur dengan berharap bermacam kebaikan...
dalam hati mereka berdoa untukku...anaknya....buah hatinya..

saat aku terbata bata membaca alquran...dalam hati mereka berdoa
semoga bacanmu baik cepet baik nak...dan ...
dan semoga pula bacaan al qur anmu ini mengiringi keberangkatan arwah ayah dan ibu nanti nak....

saat aku remaja...sepesang kekasih itu..semakin giat bekeja...untuk biaya pendidikanku dan saudara saudaraku yang tidaklah murah..
sering keduanya kecapaian...masuk angin...bahkan sakit... sakit yang bahkan kadang tidak di rasakan.. pura pura tidak capek...pura pura tidak sakit...bahkan memaksakan senyum di saat aku tertawa dengan sepatu baru,baju baru dan mainan baru... semuanya demi agar aku anaknya tertawa dan bahagia.... bahkan jarang sekali mereka beli baju,rekreasi,makan enak....demi agar aku anaknya bisa rekreasi,berbaju baru dan beli bakso atau makanan kesukaan...

saat aku menginjak dewasa..
sepasang kekasih itu....bertambah gigih berjuang....demi agar aku...kami...anak anaknya mengenyam pendidikan yang wajar....

Duhai Tuhanku...
bagaimana caranya aku mengatakan kepadaMu...
begitu sayangnya mereka kepadaku..
begitu cintanya mereka kepadaku...
begitu besarnya pengorbanan mereka kepadaku...

Duhai Tuhanku...
bimbing aku ke jalan ridhomu..bimbinglah aku untuk berbakti kepada mereka..
sayangilah mereka berdua seperti halnya mereka menyayangi hambamu yang lemah ini..
bahagiakanlah mereka di hari tua dan akhirat mereka..
ampunilah segala kesalahan mereka...tinggikanlah derajat mereka...
duhai Tuhanku...jika engkau menolakku....kepada siapa lagi aku akan meminta kebahagiaan mereka....
mohon bahagiakanlah mereka......
mohon bahagiakanlah mereka......
mohon bahagiakanlah mereka......
mohon bahagiakanlah mereka......
mohon bahagiakanlah mereka......
mohon bahagiakanlah mereka......
Amiiin.

ngagambar

DI TERANGKAN DALAM KITAB IS'ADURROFIQ SYARAH SULLAMUTTAUFIQ HAL 102-103.

Di antara ma'siatnya tangan adalah:
1.لمس الاجنبية عمدا بغير حائل او به بشهوة ولو مع جنس ومحرمية
artinya: Menyentuh wanita ajnabiyyah (bukan mahromnya) dengan sengaja,tanpa pelindung / tabir walaopun tanpa ada syahwat. atau ada tabir namun syahwat, termasuk juga ma'siat yaitu menyentuh dengan syahwat walaopun terhadap sesama jenis atau mahromnya sendiri.
...
2.Menggambar mahluq yang bernyawa.
yaitu menggambar mahluq yang bernyawa walaopun bentuknya aneh seperti kuda bersayap dll. baik gambaran itu di lakukan di atas media yang di hinakan seperti keset,lantai dll,atau di atas media yang di jaga/di mulyakan.

'ikrimah berkata: Yang di maksud dengan orang orang yang menyakiti Alloh dan rosulnya dalam surat al ahzab ayat 57

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا (57)

adalah orang orang yang menggambar. Rosululloh SAW bersabda:Sesungguhnya orang orang yang membuat gambar gambar itu di siksa di hari kiamat dan di katakan kepada mereka " hidupkan apa yang kau ciptakan!!" Rosululloh SAW juga bersabda: wahai 'aisyah............
BERSAMBUNG

RIYA' Na'uudzubillaahi min dzaalik

Riya' adalah beramal karena manusia,atau mencari kedudukan di sisi manusia dengan amal akhirat.
Dalam kita Az zawaazir karya syeikh ibnu hajar Al haitami di sebutkan:
Riya itu adakalanya dengan:
1.menampakkan kurusnya badan,pucatnya wajah,pelannya suara dengan harapan supaya di anggap atau di ketahui dia itu tekun beribadah hingga tidak sempat merawat diri.
2.Menampakkan ciri ciri orang bagus seperti menunduk saat berjalan,menampakkan bekas sujud di dahi,selalu berpakaian seperti ahli tasawwuf dengan harapan di anggap sebagai ahli ibadah,dalam ilmunya,ahli taswwuf dll.
... 3.menampakkan diri dengan tutur katanya yang penuh mau'idhoh atau selalu menjaga sunnah .(dengan tujuan pujian,sanjungan dll.)
4.menampakkan kekhusyu'an dengan memperpanjang rukun rukun sholat,dengan tujuan seperti di atas.
5.menampakkan pergaulannya dengan orang orang sholeh atau minta di kunjungi oleh orang sholeh dengan tujuan supaya di anggap sebagai orang sholeh atau sederajat dengan mereka.

Riya menghapus pahala ibadah.

sumber: is'adurrofiq syarah sullam taufiq hal 33.juz 2.